7/06/2009

DPT

masih aja ribet :d



Jakarta - Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dimiliki KPU sekarang ternyata belum dibenahi. Padahal Ketua KPU pernah menyatakan telah membenahi DPT tersebut. Alhasil, Ketua KPU pun disebut telah berbohong.

"Setelah kita cocokkan, ternyata datanya sama dengan data kita minggu lalu, belum diubah," kata anggota Tim Kampanye JK-Wiranto, Rully Chairil Azwar, di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senn (6/7/2009). :d

Padahal, lanjut Rully, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengatakan DPT tersebut telah dibenahi. Tapi fakta yang dia temukan, setelah mengecek komputer tempat penyimpanan DPT ternyata isinya sama saja dengan data yang dimiliki tim kampanye yang penuh kesalahan. :d

"Jadi omongan Ketua KPU kemarin nggak bener, bohong itu," ucap Rully.

Tim kampanye semua pasangan bermaksud menyisir data DPT yang ada di KPU pusat. Namun mereka masih terkendala minimnya jumlah komputer dan tenaga operator. Sebagai solusi, mereka tengah berupaya mendatangkan 100 komputer yang ditanggung secara iuran bersama ketiga pasangan.suber detik

Pemilu 2009 :t


capres/cawapres yg akan datang sipa yng akan di pilih pemilu tanggal 8 juli 2009 mudah mudahan negara indonesia :y bisa lebih baik dengan kepemimpinan siapa saja :y jangan sampai golput ya :r

10/31/2008

Foto yang Jauh Dekat Nampak Lain

Ini trik serius! Kalau dilihat dari dekat, foto ini kelihatan seperti Albert Einstein. :t

Lalu cobalah menjauh dari layar monitor. Berdirilah pada jarak 3 meter dari monitor. Fotonya akan terlihat seperti Marilyn Monroe. Coba :t :t


:r :r :r

praktekin, deh.

coba tebak


:r :r :r
:r :r :r :r

bingung

:r :r :r

Toilet Wanita - Indonesia

cerita lucu dulu ah :)

Seorang pria yang sedang mengadakan perjalanan ke Eropa dengan pesawat terbang tiba-tiba ingin buang air. :@ Akan tetapi setiap kali ia pergi ke toilet, selalu saja toilet itu terisi. :t

Seorang pramugari melihat keadaan ini,:x ia lalu menganjurkan pria tadi untuk menggunakan toliet wanita dengan catatan tidak menekan tombol-tombol yang ada di dekat toliet tersebut. Ternyata tombol-tombol itu memang ada didekat tissue, pada tombol-tombol itu tertulis huruf "WW" … "WA" … "PP" … "ATR" ...

Karena penasaran, pria tadi tidak mengindahkan pesan sang pramugari dan mencoba untuk menekan tombol-tombol itu. Dengan hati-hati ia menekan tombol "WW" dan seketika air hangat menyemprot pantatnya ... dalam hati ia berkata
"Oh rupanya tombol ini berarti Warm Water (air hangat) untuk cebok ... wah enak ya perempuan kalau ke toliet." :d
Karena ia masih penasaran, lalu ia mencoba menekan tombol "WA"....dan seketika bertiuplah udara hangat (Warm Air) untuk mengeringkan pantatnya yang basah ... "Aha ..." ia berpikir "Tidak heran kalau perempuan betah berlama-lama didalam toilet dengan pelayanan seperti ini ...":d

Lalu ia menekan tombol "PP" dengan sangat berhati-hati sambil mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Sebuah bantalan bedak (Powder Puff) keluar dari samping lalu membedaki pantatnya yang sudah kering dengan bedak halus....."Man. ..this is great ..sangat hebat pelayanan seperti ini !!!" ia berkata dalam hati ... :d

Kemudian ia menekan tombol "ATR". Tahu-tahu ia pingsan, saat bangun dan tersadar ia sudah ada di sebuah kamar rumah sakit dan ditangannya telah menempel selang infus ... ia sangat heran … lalu ia bertanya kepada perawat yang sedang bertugas ... ia menerangkan bahwa yang ia ingat adalah ia sedang berada didalam toilet wanita di dalam pesawat. :r :r
Sang perawat kemudian menjelaskan ... "Ya ... anda pasti sedang menikmati pelayanan dipesawat yang ditujukan untuk perempuan ... sampai ketika anda menekan tombol ATR yang artinya adalah Automatic Tampon Removal (pelepas pembalut otomatis) ... dan "punya" anda tertarik oleh alat itu!!! :r :r :r :r

10/10/2008

Anak Kecil yang Kurang Ajar

Nasrudin biasa duduk-duduk di teras sebuah warung kopi. Suatu hari, seorang anak kecil laki-laki berlari di hadapannya sambil memukul kepala Nasrudin sehingga sorbannya melayang. Tapi sang Mullah tidak bereaksi apa-apa. :y Hal yang sama terjadi terus selama beberapa hari. Yang selalu dilakukan sang Mullah adalah mengambil sorbannya yang terjatuh dan mengenakannya kembali. :y

Seseorang bertanya kepada Nasrudin mengapa ia tidak menangkap dan menghukum anak kecil itu, atau meminta orang lain untuk melakukanya. :t

"Itu bukan cara yang tepat," kata Nasrudin. :)

Suatu hari Nasrudin, terlambat datang ke warung kopi. Ketika sampai di sana, dilihatnya seorang serdadu dengan wajah yang seram sedang duduk di tempat yang biasanya ia duduki. Tiba-tiba anak kecil laki-laki itu muncul. Seperti biasanya, ia menonjok sorban orang yang duduk di tempat itu. :@ Tanpa berkata apa-apa, sang serdadu menghunus pedangnya dan kemudian memenggal leher anak itu. :@

"Ah, dia kan hanya anak kecil...! :o " gumam Nasrudin dengan penuh sesal. :d

Kéom Sakedap ka-2

Baraya sunda saalam sunda, yayasan Perceka parantos medalkeun deui buku Keom Sakedap-2, anu dipasihan judul "Sura Seuri Siga Surili". Eusina dijamin full cakakak, full keom sareng full ampulan. Aya keom kuliner, aya jurus jetu ngubaran burut, aya super nini jrrd. Pas pisan kanggo ngabuburit, cobian geura bakating ku pogot maca keom, terang terang tos saur, buka mah kalangkung.

Etang etang ngagentos ongkos nyitak hargana mung Rp.20.000,- ditambih Rp.5000,- kanggo ongkos kirim husus wilayah jabodetabek, jabar sareng banten. Kahoyong mah tina hasil penjualan ieu wang golangkeun deui kanggo medalkeun deui buku sanesna. Sugan we atuh MJ sakedap deui ngadamel Novel Sunda nu rada ceuleupeunx, atawa ua Sas ngalalakon jadi RT jaman milenium,oge lalampahan si jay anu sok ngalilieur batur, atawa novel teh Roro anu funs abis, kitu deui kebo hideung ngacaprak da cenah bongan sok dipake lambang partey, Analisa jetu kang irpan : Nyandung jeung Tukang Udud, atawa analisa jetu kang Tantan anu remen dimuat dikoran, edun pami disundakeun, nu gaduh murangkalih calakan sareng tiasa nyerat sapertos putrina kang Tirta tiasa didamel versi sundana, Harewos ti Nonggerak, atawa parodi kahirupan "bojong kenyot under cover" ti sikuring, sugan, atawa ti baraya sanesna, anu masih nyarempod.

Ku kituna mangga geura ngabarorong, da seler sejen mah lahubiheung, geuning batur mah dilingkar pena, dugikeun ka kenging award, bermetaformosa cenah, ti penulis pemula, dugikeun ka medalkeun buku anu seueur tur produktip.YP ge atuh piraku. Modalna teu pira, tiap anggota ngadaramel buku, dipasarkeun ka komunitasna, piraku kusnet teu bisa? he he.

Meumpeung haneut keneh, da tos gaaleun mah kirang pelem (ulen x), nu bade mangga we japri ka payoez @ gmail.com atawa payoez @ yahoo.com.au kanggo ipekahna ke ngalangkungan bca/mandiri kcp sumedang saparantos bukuna dugi, bade dibayar tipayun oge teu langkung. Kanggo nu nyaba tebih pan tiasa dikintun kalembur meh lebaran teh aya teangeun..he he..sok ah diantos!

Cara Menyiasati Tukang Bohong

Cara Menyiasati Tukang Bohong

Kawan-kawan Abu Nawas merencanakan akan mengadakan perjalanan wisata ke hutan. Tetapi tanpa keikutsertaan Abu Nawas perjalanan akan terasa memenatkan dan membosankan. Sehingga mereka beramai-ramai pergi ke rumah Abu Nawas untuk mengajaknya ikut serta. :t

Abu Nawas tidak keberatan. Mereka berangkat dengan mengendarai keledai masing-masing sambil bercengkrama. Tak terasa mereka telah menempuh hampir separo perjalanan. Kini mereka tiba di pertigaan jalan yang jauh dari perumahan penduduk. Mereka berhenti karena mereka ragu-ragu. Setahu mereka kedua jalan itu memang menuju ke hutan tetapi hutan yang mereka tuju adalah hutan wisata. Bukan hutan yang dihuni binatang-binatang buas yang justru akan membahayakan jiwa mereka. Abu Nawas hanya bisa menyarankan untuk tidak meneruskan perjalanan karena bila salah pilih maka mereka semua tak akan pernah bisa kembali. Bukankah lebih bijaksana bila kita meninggalkan sesuatu yang meragukan?

Tetapi salah seorang dari mereka tiba-tiba berkata, "Aku mempunyai dua orang sahabat yang tinggal dekat semak-semak sebelah sana. Mereka adalah saudara kembar. Tak ada seorang pun yang bisa membedakan keduanya karena rupa mereka begitu mirip. Yang satu selalu berkata jujur sedangkan yang lainnya selalu berkata bohong. Dan mereka adalah orang-orang aneh karena mereka hanya mau menjawab satu pertanyaan saja."
"Apakah engkau mengenali salah satu dari mereka yang selalu berkata benar?" tanya Abu Nawas.
"Tidak." jawab kawan Abu Nawas singkat.
"Baiklah kalau begitu kita beristirahat sejenak." usul Abu Nawas. Abu Nawas makan daging dengan madu bersama kawan-kawannya. Seusai makan mereka berangkat menuju ke rumah yang dihuni dua orang kembar bersaudara. Setelah pintu dibuka, maka keluarlah salah seorang dari dua orang kembar bersaudara itu. "Maaf, aku sangat sibuk hari ini. Engkau hanya boleh mengajukan satu pertanyaan saja. Tidak boleh lebih." katanya.

Kemudian Abu Nawas menghampiri orang itu dan berbisik. Orang itu pun juga menjawab dengan cara berbisik pula kepada Abu Nawas. Abu Nawas mengucapkan terima kasih dan segera mohon diri.

"Hutan yang kita tuju melewati jalan sebelah kanan." kata Abu Nawas mantap kepada kawankawannya.
"Bagaimana kau bisa memutuskan harus menempuh jalan sebelah kanan? Sedangkan kita tidak tahu apakah orang yang kita tanya itu orang yang selalu berkata benar atau yang selalu berkata bohong?" tanya salah seorang dari mereka.
"Karena orang yang kutanya menunjukkan jalan yang sebelah kiri," kata Abu Nawas. Karena masih belum mengerti juga, maka Abu Nawas menjelaskan.
"Tadi aku bertanya: Apa yang akan dikatakan saudaramu bila aku bertanya jalan yang mana yang menuju hutan yang indah?"

Bila jalan yang benar itu sebelah kanan dan bila orang itu kebetulan yang selalu berkata benar maka ia akan menjawab: Jalan sebelah kiri, karena ia tahu saudara Kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kiri sebab saudara kembarnya selalu berbohong. Bila orang itu kebetulan yang selalu berkata bohong, maka ia akan menjawab: jalan sebelah kiri, karena Ia tahu saudara kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kanan sebab saudara kembarnya selalu berkata benar.:r

Ada Suara Tapi Tidak Tahu Siapa

Ada Suara Tapi Tidak Tahu Siapa

Seorang psikiater sedang memeriksa keadaan mental pasiennya.

"Apakah Anda pernah mendengar suara tapi Anda tidak bisa memberitahu siapa yang berbicara dan dari mana suara itu berasal?" tanya sang psikiater. :t

"Tentu saja, saya bisa dan bahkan sering sekali," kata si pasien.

"Wah pasien ini sudah terkena gangguan dengan mentalnya" kata psikiater dalam hati.

"Kapan kejadian itu terjadi?" tanya sang psikiater.

"Oh," jawab si pasien, "waktu saya menjawab telepon." :r

:@ ?@#$%@$%%@ :@

Jilbab, poligami, terus naon deui?

Jilbab, poligami, terus naon deui?


Barang anu tulen, rek digogoreng satengkah polah...tetep wae tulen.

Berlian dipiceun ka solokan nu kotor, campur jeung belok mang taun-taun, mun aya nu manggihan terus dikumbah ku cae herang......nya tetep wae berlian nu hargana mahal.

Geuning beuki dieu beuki ribut. Meh di unggal milis nu diposting teh soal "poligami".

Dikorehan, digali jero-jero sugan we aya nu bau-bau. Tah engke sababarah minggu posting soal bauna tea, cenah mah bau kieu, bau kitu, padahal mah teu bau-bau acan. Tah nu kieu cenah jelema-jelema nu ngaku Agama Islam. Dai Kondang, ngawayuh.. "menurunkan harkat wanita......" Anggota DPR ti Partey Golkar divedeokeur "taeun", henteu menurunkan harkat awewe mah da jeung ungkluk. Ditiupan make songsong, dihihid-an, ditambahan deui arengna ngarah ngagebur. Tah Agama Islam teh kitu, dogogoremg. Usaha urang kudu leuwih kuat nyekelan kana tali Allah SWT.

Soal jilbab rame deui, mimiti di Amrik di Bandara, amu make jilbab kudu dibuka jeung, malah nepi dipariksa ngan ukur kutang wungkul. Terus di Perancis, barudak sakola teu meunang make jilbab. Ayeuna di Walanda jeung Inggris oge nurutan Perancis.

Basa Idul Fitri di NYC, didaerah urang Guyana, aya Masjid di Liberty Avenue jeung 128th Street, peutingna keur takbiran, sa blok jauhna aya trailer. Dicapna NYPD. Ngajegir. Teu nyaho naon eta teh da rada ditutupan ku mobil-mobil pulisi. Isukna, eta anu ngajegir teh jadi jangkung kaluhur make hidrolis diluhurna aya imah-imahan opat pasagi. Aya jandela nu dihideungan (tinted) opat ka unggal juru. Diluhurna aya camera opat siki. Ari pek teh geuning jelema-jelema anu asup/kaluar ti Masjid rek solat Ied geuning di rekam.

Kunanon make direkam sagala, hayang nyaho engke di maleman Natal eta imah segi opat bakal dipasang di Katredal di Fifth Avenue atawa henteu. Direkam soteh eta cenah da diributkeun urang Islam sok poligami, sok make jilbab, sok berzinah, jeung rea-rea deui. Naha bet sieuneun, apan eta urang Mormon diNagara Bagian Utah, istrina leuwih ti dua malah leuwih ti opat malahan mah.

Engke boa kahareup, aya deui wae anu diributkeun.

Naik Haji, eta teh "mengakibatkan kemiskinan", tanah dijual, sawah dijual, embe jeung munding oge dijual, perhiasan emas berlian dijual jang ongkos naek Haji. Eta teu masuk diakal, teu cocok jeung taun 2007, ayeuna mah jaman internet, cellphone, satelit.

Teu lila deui, ger deui diributkeun soal "Qurban". Eta domba, embe, sapi di peuncit dilapangan. Pesona eta keneh eta keneh dipake meuncit sababaraha embe, domba. Mawa bakteria. Humane Society turun tangan. Meuncit nu kitu mah "cara biadab". Kabiasaan meuncit nu kitu matak jadi panyakit, ngondang bakteria, laleur jeung nu laenna. Eta domba, embe jeung sapi kudu dipeuncit di pajagalan kabeh. Tempatna kudu anu bersih tina kuman-kuman, peralatanna kudu anu mutakhir.

Nya murudul tukang jagal dibarengan ku anggota DPR ka Amrik, rek diajar meuncit. Dibangun pajagalan anu modern disakabeh kota gede sa Indonesia. Pamarentah teu boga duit, teu nanaon, bisa ngutang ka Ay-em-ef. Tapi alat-alatna kabeh nepi ka paranti ngepel kudu didatangkeun ti Amrik. Atuh"sibuk" pabrik Black&Decker, Cushmann, Deerie, Caterpilar jeung sejena. Kakara ge hutang dibayar, ayeuna kudu ngahutang deui.

DPR ribut, pajagalan kudu dibangun. Kongomelarat bule boh sawomateng tambah beunghar. Pajagaln kudu dipariksa ku WHO jeung FDA. Bring atuh para penjabat PBB jeung FDA ti Amrik datang ka Indonesia. Tujuan utama Bali, disadiakeun ungkluk babaturan nu divideo jeung anggota DPR tea.

Tah ieu anu disebut "brainwashing" . Ceuk sim kuring mah, milis Kisunda mending oge posting bobodoran, usaha-usaha nguatkeun Iman. Teu kudu milu-milu di"brainwashing" . Da utekna ge beresih keneh, kulantaran tara dipake mikir tea.

Jeung, nyandung teh lain kakara ayeuna wae. Geus ratusan taun. Bongan saha, da wanoja US mah gareulis, "murah senyum" jeung someah deui. Komo anu bahenol nerkom deuih.

Apan ceuk paribasa "darimana datangnya cinta, dari mata turun kehati". Tapi osok oge hatena kaliwatan, eureun eureun dihadapeun hate, ditengah-tengah. Mun kituh mah, sanes lepat abdi atuh, atuda remna blong!

Anak Anjing

Anak Anjing

Ibro : "Naha Din lain Anjing teh haram ceuk urang Islam mah..."

Udin : "Ya iya laaah....na kunaon pake nanya kitu..?"

Ibro : "Tapi geuning pak haji jeung bu haji di kampung dewek mah ngaringu anakna, diusapan, dihuapan, komo nu masih leutik keneh mah malah sok sare bareng sagala..."

Udin : "Ah..!!! haji nanahaon nu kitu mah... dosa besar !!"

Ibro : "Maenya..?? kan nu diinguna ge anak pak haji keneh ..wew !!" bari lumpat

Udin : "??!!@#$"

Penipuan Berkedok Perusahaan Fiktif

Penipuan Berkedok Perusahaan Fiktif

Liputan6.com, Bekasi: Para pemilik toko berhati-hatilah menerima pesanan terutama dalam jumlah besar. Jika tidak cermat, maka bisa saja menjadi korban komplotan penipu. Seperti yang dialami Wawan, pengusaha yang menyediakan alat-alat komputer.

Semua berawal dari pemesanan lima komputer senilai Rp 27 juta untuk PT Lintas Buana, perusahaan kontraktor dan supplier yang lokasinya tak jauh dari toko milik Wawan. Karyawan Wawan pun tidak curiga saat dua orang mengaku bernama Kristanto Setiawan dan Tanti Damayanti datang ke tokonya.

Sesuai perjanjian pembeli membayar uang muka Rp 2,7 juta jika barang terkirim. Sisanya dilunasi dua pekan kemudian. Tiga hari kemudian lima komputer diantar ke perusahaan itu. Uang muka pun dilunasi. Seminggu berlalu, Wawan sadar telah tertipu saat seseorang memberi kabar PT Lintas Buana adalah perusahaan fiktif dan melarikan seluruh komputernya.

Wawan ternyata tidak sendiri. Jolly, pengusaha konveksi dan suplier mesin jahit juga kehilangan 60 unit mesin jahit yang nilainya bahkan mencapai Rp 60 juta. Sialnya lagi Jolly pun harus menerima pembayaran dengan menggunakan bilyet giro kosong yang tak mungkin dicairkan.

Ternyata PT Lintas Buana telah menipu 14 pemilik toko. Hampir seluruhnya tertipu dengan modus sama. Jumlah kerugian setiap toko jika ditotal mencapai ratusan juta rupiah. Pemilik PT Lintas Buana selalu memesan barang dalam jumlah besar. Namun setelah barang dikirim mereka sulit dihubungi. Saat didatangi ke rukonya, mereka telah kabur. Bahkan setelah kartu tanda penduduk diperiksa, semua palsu. PT Lintas Buana juga hanya mengontrak ruko selama dua bulan.

Kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi para pemilik toko. Usahakan mengecek profil perusahaan pembeli melalui internet atau bila perlu datangi langsung lokasi perusahaan itu berada. Pastikan dan periksa dengan cermat sistem pembayaran yang akan dilakukan agar tak tertipu dengan giro kosong atau cek palsu. Dan jangan terkecoh dengan penampilan pembeli

Ahlak Yang Rusak

Ahlak Yang Rusak
Hancurnya peradaban bangsa ini, akibat merosotnya ahklak manusia.Korupsi, narkoba, pembalakan hutan, pembobolan bank, tindakan anarkis, sikap egoisme dan perbuatan maksiat menunjukkan miskinnya moral manusia.

Hal ini dikatakan Djoko Susilo, Ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan, yang membawahi lembaga pendidikan ISAQ Education Center, Minggu (16/3) siang. Munculnya manusia yang mengaku nabi merupakan jeritan hati nurani yang merindukan kebenaran dan cermin keputusasaan orang yang lemah mental terhadap kejahiliahan disekitarnya sementara perseturuan umat yang menolak keragaman dan memakai kekerasan adalah cermin dari merosotnya ahlak.

Menyikapi hal ini, lembaga yang bergerak di bidang pendidikan keagamaan dan sosial ini akan menggelar seminar bertajuk “Kesesatan ditinjau secara holistic dan cara mengatasinya dengan reformasi diri,” pada Rabu (19/3).

Ketua panitia acara, Sandra Sahelangi mengatakan, seminar akan diisi para pembicara sejumlah pakar dan pemuka lintas agama antara lain Amien Rais, Dr Krisnani Setyowati , Bambang Wisnumurti, Prof KH Amiruddin Syah (guru besar tasawuf), Dr Amirsyah T (anggota MUI), Helianti Hilman dan lainnya.

Pelaku Mutilasi Di Bus Mayasari

Pelaku Mutilasi Di Bus Mayasari Diduga Mengidap Kelainan Seksual
Oktober 9, 2008 · Tidak ada Komentar

Pelaku mutilasi di Bus Mayasari diduga kuat mengidap kelainan seksual. Hal itu terlihat dari bentuk sayatan dan cara pemotongan tubuh korban yang dilakukan pelaku. Meski demikian, polisi masih belum menemui titik terang mengenai kepastian identitas pelaku maupun korbannya.

“Mutilasi biasanya dilakukan untuk menghilangkan jejak atau dilatarbelakangi oleh kelainan seksual pelakunya,” kata dr Mun’im Idris, ahli forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), usai gelar perkara kasus mutilasi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/10).

Meski demikian, Mun’im belum bisa menentukan jenis kelainan seksual yang diderita oleh pelaku. “Belum tentu homoseksual karena bentuk kelainan seksual itu bermacam-macam,” katanya. Mun’im menambahkan, tidak menutup kemungkinan pelaku menggunakan kekerasan ketika berhubungan seks.

Kesimpulan yang menyatakan pelaku diduga mengidap kelainan seksual terlihat dari 13 potongan tubuh korban mutilasi yang ditemukan di dalam bus Mayasari Bakti P64. Salah satu potongan tubuh tersebut adalah bagian kemaluan pria dan potongan kulitnya. “Banyak bagian tubuh korban yang dihilangkan oleh pelaku,” kata Mun’im.

TES DNA
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya, Kombes dr Agus Prayitno, mengatakan, pihaknya segera melakukan tes Deoxyribo Nucleic Acid(DNA) terhadap tubuh korban. “Nanti hasil tes DNA akan dicocokkan dengan DNA keluarga yang merasa kehilangan,” kata Agus.

Kasat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya, AKBP Fadhil Imran, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan ciri-ciri tambahan yang menunjukkan identitas korban. “Tinggi badannya 170 Cm memiliki ukuran sepatu di atas 40,” katanya. Selain itu, korban merupakan pria dewasa yang sudah disunat.

Fadhil menambahkan, korban merupakan seorang pria yang sering menjalani terapi kesehatan tubuh. “Korban memiliki kebiasaan merawat kesehatan tubuh,” kata Fadhil. Namun, lanjutnya, belum diketahui jenis perawatan tubuh seperti apa yang dilakukan oleh korban

Hingga Rabu (8/10), baru ada dua keluarga yang mengaku mengetahui korban, namun polisi belum bisa memastikan kebenarannya. Kalau ada keluarga yang kehilangan silahkan melaporkannya ke call centre Polda Metro Jaya: 08129508867

9/12/2008

HIDUP bukanlah sebuah VCD PLAYER

HIDUP bukanlah sebuah VCD PLAYER
Cerita ini adalah "kisah nyata" yang pernah terjadi di Amerika.

Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya,
kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak
untuk melakukan kegiatan lain.

Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira
melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu
ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut
penyok dan catnya tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan
memukulnya, memukul tangan anaknya dengan
palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, dia
segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun
dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari- jari
anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal.
Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi
semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan
jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan
polos ia berkata, "Papa, aku minta maaf tentang
trukmu." Kemudian, ia bertanya, "tetapi kapan jari-
jariku akan tumbuh kembali?"

Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas! Berpikirlah dahulu sebelum
kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang
kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur
dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara
orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa
mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.

Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita
ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.
Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan.
Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.

Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan
ada waktu untuk mencintainya

waktu tidak dapat kembali....
hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat
di backward dan Forward.........
HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja....

jangan sampai kita melakukan kesalahan yang
dapat membayangi kehidupan kita kelak.........

yang menjadi sebuah inti hidup adalah "HATI"
hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih.....
CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita
yang sesungguhnya.........
Tersentuhkah hati anda?
klo YA, artinya anda masih mempunyai HATI
Forward lah Post Bulletin ini......
Pengalaman orang lain dapat menjadi hikmah bagi
kita.... dan jangan sampai kesalahan orang lain
kita ulangi juga..........
KIRIMKAN kepada temen2 anda agar mereka juga
dapat membagikannya kepada temen2 lainnya.....

Memoir R.A.A. Martanagara

Memoir R.A.A. Martanagara (4) PDF Citak Surélék
User Rating: / 3
BasajanPangalusna
Ditulis ku R.A.A. Martanagara (ditulis deui ku Bah Willy)
Kemis, 20 September 2007
Ngabagi Dua Pulo Jawa ku Pager Awi

Di taun 1873 pamarentah boga maksud ngalegaan pepelakan kopi. Tangkal ieu dikenalkeun supaya dipiara di lahan-lahan milik pribadi. Sanggeus opat taun, Residen Van der Moor jeung inspektur pepelakan kopi Fleisch, datang nempo ka Desa Sukatali. Ditempona buah-buah kopi nu keurmeujeuhna rek asak. Manehna ngajak sasalaman ka kuring jeung muji kana hasil gawe kuring.

Sabulan ti harita, datang para Wadana jeung camat ka kuring, sina dialajar, sabab pamarentah marentah maranehna supaya ngenalkeun pepelakan kopi ka desa-desa. Tilu bulan ti harita kuring meunang hadiah "Bentang Perak". Hadiah ieu jadi carita, sabab kakara aya "bentang perak" dibikeun ka saurang wadana. Wadana Panembong Garut oge meunang hadiah nu sarupa. Engkena Wadana Panembong Garut jadi Patih Sukabumi.



Taun 1879, Jawa Barat kaserang "runderpest" jeung malaria. Wabah panyakit sato 'runderpest' mimitina ti Ujung Kulon terus ngalegaan ka wetan, nyerang ka ampir kabeh wewengkon Jawa Barat. Sato nu keuna ku panyakit beuheungna bareuh, embung nyato jeung paeh sanggeus tilu poe gering.

Dokter-dokter hewan dikirim ti Eropa, tapi teu bisa nanaon nyanghareupan panyakit pagebug sato ieu teh. Waktu wabah tepi ka Kandangwesi di Priangan kulon, dijieun kaputusan nyieun PAGER WATES ti Kidul tepi ka kaler supaya PULO JAWA KABAGI DUA. Dua pager nu sajajar dimaksudkeun keur ngaisolasi Jawa Barat ti bagean sejen Pulo Jawa. Teu meunang aya sato ti Jawa Barat anu ngaliwat ieu pager.

Pager nu hiji deui dijieun sajajar jarakna tilu pal ka beulah wetan. Masing-masing pager dijieun tina awi nu panjangna 5 m. Supaya kareta Api bisa ngaliwat, dijieun panto-panto gerbang di jalan-jalan nu kaliwatan pager ieu. Unggal panto gerbang dijaga dua soldadu. Keur kaperluan eta, diturunkeun dua batalyon tantara nu dipimpin saurang Kolonel, dua letkol jeung sajumlah Kapten jeung letnan. Unggal nu ngaliwat kudu "dibersihan" heula ku karbol. Operasi ieu meakkeun waragad teu kurang ti f 500.000.

Di unggal distrik, camat ditugaskeun ngawas pelaksanaan nyegah panyakit menular ieu babarengan jeung puluhan magang jeung jurutulis desa. Unggal sato korban wabah kudu dimusnahkeun, Sato ieu dipotong-potong terus dikubur jero pisan. Daging sato ieu teu meunang didahar. Nu boga sato dibere ganti rugi f 25.

Taun 1880, Sumedang keuna wabah malaria. Distrik Cimalaka (WLY: Lembur kuring ..hehehe) jeung Conggeang panglobana nu keuna, pangpangna di sub-distrik Tanjungkerta, angka nu maot gede pisan jeung loba jalma anu ngungsi. Padumuk ngurangan tepi ka 70%.

Sumedang nyadiakeun sapuluh dokter nu unggal isuk-isuk ngabagikeun pel kina di kantor camat. Dokter-dokter ieu ngawas tepi ka yakin eta pel-pel teh diteleg. Taun 1881 wabah malaria ngurangan.
Agan Resmi jadi Agan Atiyah

Di taun eta (1881) kuring naek pangkat jadi Patih Sumedang. Sataun ti harita Paman Bupati (Pangeran Sugih) wafat, anak-anakna sadayana keur teu aya di kota (Sumedang). Jadi kuring nu ngurus sagala-sagalana. Asisten Residen datang, prajurit-prajuritna ditugaskeun ngajaga disabudeureun Kabupaten. Sapeupeuting bedug ditabeuh jeung jalma-jalma papada datang. Rewuan jalma ngiringkeun layon ka Gunung Puyuh (WLY: Kompleks makam menak Sumedang).

Kuring ditugaskeun samentara ngurus kabupaten. Opat bulan ti harita, R. Rangga Suriaatmaja, patih Mangunreja ditunjuk ngaganti Paman Pangeran. Bulan Mei 1883 kuring dipindahkeun ka Mangunreja.

Sabenerna kuring geus pindah kadinya, sabulan saencanna. Anak awewe kuring nu masih leutik, Agan Resmi nu lahir Juni 1992 keur gering parna tepi ka kuring jeung pamajikan hariwang manehna bakal maot diperjalanan. Tapi, geuning kuring sarerea salamet.

Di Mangunreja kuring disambut ku para pejabat pamarentah jeung kadalapan distrik jeung pamajikan-pamajikanana. Isukna, Panghulu Mangunreja, R.H Hasan Ma'arup, nganjang jeung istrina.
Pokna teh:

"Kuring nganjang kadieu, arek menta supaya orok nu gering ieu dibawa ka imah kuring, arek dirawat jeung aranna arek diganti jadi Agan Atiyah." Kuring jeung pamajikan satuju. Panghulu teh kulawarga Bupati Sukapura, pangaweruhna jero jeung dipikaresep ku sarerea.

Tahun 1883 jeung 1884 lahir noron, Muhamad Iskak nu engkena Aom Ace Martahadisura jeung Aom Onong, nu engkena R. Martahadiprawira.

Sanggeus sataun tugas di Mangunreja, kuring meunang gelar Demang ti pamarentah. Gelar ieu dibikeun ka kuring kulantaran jasa-jasa kuring dina nyanghareupan wabah sato di waktu katukang. Taun 1891 kuring meunang gelar ARIA.

TARAWEH

TARAWEH

+ “Lieur uing mah, di masjid ieu taraweh teh 11 rokaat, dimasjid itu 23 rokaat, di majid sejen aya nu nepi ka 39 rokaat.....”

- “Haaar ari lieurna palebah mana? Eta sakitu jelasna piliheun teh, didinya rek milih nu sabaraha rokaat?”

+ “Ih puguh ngalilieur....... Ari nu benerna sabaraha rokaat?”

- “Ah... kabehana oge bener da aya dasarna......... nu teu bener mah nu teu taraweh..!!.”



LEBARAN

- “Teu baleg pisan nya Ulama Islam Indonesia mah....Teu bisa akur !!... Pamarentahna teu boga wibawa deuih”

+ “Kunaon euy kukulutus teu pugah-puguh?”

- “Atuda keuheul dina kalender ge jentre lebaran teh tanggal 13, tapi can nanaon Muhammadiyah geus ngumumkeun lebarana poe Jumaah tanggal 12. Kuduna mah jiga di Arab Saudi, raja nu netepkeun idul fitri jeung idul adha teh..... rakyat jeung ulama mah nurut we mun geus jadi kaputusan pamarentah mah. Teu guminter jiga didieu...... ngabingungkeun umat!”

+ “Oh kitu!! ari ayeuna maneh puasa..........??”

- “Emhhh....... henteu euy..... loba halangan” tembalna bari balaham belehem

+ ????



Halal Bi Halal (HBH)

- “Adun, engke rek datang ka halal bi halal?”

+ “Ah hoream..... barina oge halal bi halal mah di Arabna ge euweuh didunia mana oge euweuh, di nagara urang we nu sok pahibut halal bi halal teh....”

- “Memang halal bi halal mah produk budaya asli bangsa urang, nu penting dina hbh mah silaturahimna, keur ngaraketkeun duduluran manjangkeun babarayaan ....... Eta teh gede pisan pahalana!”

+ “Ahh.... ngarang we.....ceuk saha eta teh jalu!!”

- “Lain karangan uing... Silaturahim mah parentah Gusti Allah, dina Quran aya dina hadis aya. Ceuk Ajengan mah silaturahim teh manfaatna ngarah panjang umur, nambah rejeki jeung rea-rea deui. Nu megatkeun silaturahmi dilaknat matak jauh tina rahmat Allah.....Kaharti, Dun?"

+ “Kaharti sih tapi angger we geuleuh......Atuda basa halal bi halal taun kamari ge gulena asin teuing....satena liat.....”

- “Haaar... jaka sembung kokoreh imah....teu nyambung maneh mah...!!!”

MUNGGAHAN

"Kamana Mang meni geus saged kitu ?"
"Puguh Lo..Amang teh aya nu ngajakan munggahan, kapanan isukan rek puasa"
"Aeh enya Mang, waktu teh asa nyerelek teu karasa..jol-jol tepung deui jeung bulan Ramadhan."
"Tah eta salahsahijina yen Alo teh betah teuing didunya."

"Heueuh..eta Alo geus poho kana waktu, batur mah didago-dago bulan puasa teh, ieu mah kalahka poho."
"He.he.he....lain kitu Mang, ngan enya we asa tereh panggih deui jeung bulan puasa, kahayang mah bulan puasa teh unggal bulan Mang."
"Ahh...sok aya-aya wae Alo mah, anu tahun kamari oge can dikodoan lain ?"
"he.he.he...muhun Mang sok kapopohokeun puguh oge."
"Naha atuh meni nangtang hayang puasa sataun jeput sagala ?"
"Kapanan ari puasana unggal bulan mah, meureunan nampa THR oge unggal bulan Mang."
"Har....Alo mah boga pikiran teh kana dudunya wae, kudu saimbang atuh Lo hirup mah."
"Muhun nya Mang kudu saimbang, mun nanggung suluh mah kenca katuhu kudu sarua beuratna nya Mang."


"Nya samodel kitu lah... Aeh geuningan aya Ceu Erum..bade kamana Ceu?

"Assalamu'alaikum, Mang Utas..... Assalamu'alaikum, Jang Alo... Hapunten nya Eceu sok loba heureuy komo ka Jang Alo Eceu sok loba nitah..hampura nya Jang Alo." tembal Ceu Erum bari ngasongkeun dua panangana ngajak sasalaman ka Mang Utas jeung Jang Alo.

"Wa'.... alaikumsallam." tembal mang Utas jeung Jang Alo meh bareng, bari semu hemeng, ningali polah ceu Erum anu tara tisasari.

"Yeuh Mang Utas..Jang Alo..Eceu teh puguh asa kabentar gelap tengah poe ereng-erengan geura." tembal Ceu Erum deui bari luway-lewey nyariosna nembongkeun lipensetipna anu ambucuy beureum.
"Ari kitu Kunaon Ceu..?" tanya Mang Utas
"Puguh Mang kuring teh aya nu ngajak botram, pedah enjing rek munggahan." tembal ceu Erum
"Halah..paling oge diajak botram ku si Riweuh...!" celengkeung Jang Alo, bari ngajebian
"Enya ah..Ceu Erum mah..sugan teh naon, pedah asa dibentar gelap tengah poe sagala." sambung Mang Utas.

"Ihhhh...sanes atuh Jang Alo, piraku diajak ku Kang Riweuh asa kabentar gelap tengah poes sagala..ieu mah anu ngulemna oge pupuhu lembur Mang !" tembal ceu Erum
"Hmmm...ngarahul teh asa kabina-bina teuing Ceu Erum mah." tembal mang Utas bari rada ngabalieur
"Enya ceu Erum mah..jiga tim sukses wae hayang diajak botram ku pupuhu anyar."

"Har..meni teu percaya ka Eceu teh..abong-abong Eceu teu ditiung..!"
"Matakna ceu ditiung geura meungpeung rek Puasa, kapanan artis oge anu tadina dibuligir sirah ari bulan puasa mah ngadadak ditariung." tembal mang Utas
"Halah Mang...teu ngajamin ditiung bisa dipercaya batur, puguh rek botram jeung si Riweuh hayoh kalahka ngaku-ngaku diulem botram ku pupuhu lembur....basi Mang...!"

"Ke..ke.ke....naha Jang Alo jadi sewot kitu? aya naon ieu teh Lo..?" tanya mang Utas bangun nu teu ngarti
"Timburu nya..ka Kang Riweuh..?" sambung ceu Erum bari ngadilak ka Jang Alo
"Teuuuuuu...kuring mah teu Timburu ka sasaha....ngan aneh we kuring mah, geus ah..kuring oge rek botram jeung Gubernur..hampura nya Mang, Ceu... ." tembal si Alo bari tuluy ngaleos indit.

"Astagfirullah al'adzim...eta si Alo aya kituna...hmmm hampuraeun si Alo mah Ceu." gerendeng Mang Utas bari gogodeg.
"Muhun Mang ku kuring oge tos dihampura, kuring oge hampura atuh bilih aya kalepatan salami ieu." tembal Ceu Erum.

"Enya ceu.kukuring dihampura, pon kitu deui kuring oge sarua menta dihampura, urang teh mapag bulan suci teh kudu ku hate bersih, ngarah bersih hasilna tur meunang pangridho ti Gusti anu Maha Suci."

"Tah ayeuna mah sakalian we kanggo anu sok rajeun macaan paguneman Mang Utas, amang saparakanca bade meredih kaasih, tur menta dihampura kasadayana boh bilih baraya sadaya aya anu kabadug kalbu atawa katoel hate ku tulisan-tulisan Mang Utas saparakanca, sakali deui Mang Utas saparakanca nuhunkeun dihapunten...Marhaban Ya Ramadhan...wilujeng saum."Uluh..eta si Mang Utas mani tos ginding, bade ka ondangan, Mang?"
"Husss...!! Lain, Lo. Amang teh rek dines, puguhan."
"Halah Amang mah aya-aya wae, piraku rek ka sawah mamake batik sagala."
"Puguhan Lo, sabenerna mah Amang teh rek ka kantor pulisi."
"Baruk, rek ka kantor pulisi? Ari kitu saha Mang anu unggah balewatangan?"
"Har, ari Alo... Lain aya anu unggah balewatangan atuh, tapi Amang teh rek nyieun SIM."
"Ohhh... Kkutan rek ngadamel SIM, Naha atuh mani ngangge batik sagala?"
"Kapanan ngarah gaya potona."
"Muhun nya, ngarah jiga Pa Andi Malaranggeng."
"Ah... Amang mah embung ari jiga Pa Andi mah."

"Har... Kapanan pajabat Pa Andi teh?"
"Lah, Amang mah moal muluk-muluk, Lo... Amang mah make baju batik soteh pedah keur diajar mikacinta kana produk nagara sorangan."
"Tah leres Mang, kudu dimumule, dipikaresep tur dipake ku urang sorangan, ngarah teu dibandang ku nagara deungeun."
"Sisinarieun geuningan poe ieu Alo cerah otakna."
"Saha heula atuh Mang... Alooo..!!!"

"Geus ah, Lo... Amang bisi kabeurangan, rek nyieun SIM."
"Muhun atuh mang, kuring oge bade ka Pasar Cikurubuk."
"Enya atuh, Lo. Kahade di jalanna tong nyopet! Hehehe..."
"Moal atuh Mang, barina oge geus tobat kuring teh."
"Enya alus Lo..karunya copet sejen bisi teu kabagean."
"Hehehehe... Amang mah sok kitu."

Pondok carita Mang Utas geus nepi ka kantor pulisi.

"Selamat siang Pa.. Bisa saya bantu?"
"Wilujeng siang... Kumaha Bapa daramang?"
"Sae, sae... Bade aya kaperyogian naon, Pa?"
"Manawi ieu teh, Pa. Bapa teh bade ngadamel SIM."
"SIM naon, Pa?"
"Eta SIM paragi nganggo Si Kukut."
"Saha kitu si kukut teh?"
"Itu motor abdi anu butut."
"Oh maksad teh SIM C panginten, nya?"
"Tah muhun, kedah kamana ieu teh?"

"Sok Pa ku abdi dibantos, bade jalan tol atanapi anu biasa?"
"Kela..Pa..Bapa teh bingung da Bapa mah sanes bade ka Bandung, tapi bade ngadamel SIM."
"Maksadna teh kieu Pa, upami hoyong enggal tiasa dibantos ku abdi, bapa mah calik we."
"Oh..kitu? sabaraha waragadna Pa?"
"Ah...biasa we Pa, tambihan we kanggo meser roko."
"Muhun atuh sabaraha?"
"Ke sabaraha atuh nya, dua ratus salawe Pa."
"Kieu we atuh Pa, kaleresan Bapa nyandak roko aya 6 batang deui mah, tah potong we ku roko kumaha tah, jadi jumlah-jamlehna sabaraha?"
"Hahahaha... Si Bapa mah, aya-aya wae... Tos sakitu Pa tos mirah, daripada Bapa uncag-incig. Jabi kedah dites sagala, mending upami lulus."
"Muhun sok atuh, ari aturana kedah kitu mah, bapa ngiringan."
"Tah kitu, Pa. Ngarah enggal beres."

Teu sabaraha lila, Mang Utas geus beres nyieun Sim C, tuluy we anjeuna mulang ka lemburna.Uing katelah Si Pelung, unggal janari leutik sok pangtarikna kongkorongok, ceuk batur sora uing halimpu tur melengkung lir kuwung kuwung, atuh puguh we loba hayam bikang nu kapengpeong, malahan ku dunungan mah sora uing teh dikomersilkeun direkam dijieun ringtone polyphonic.

Poe ieu, teu tisasarina panto gerbang paranje can dibuka wae, padahal biasana mun geus mumuluk huut ngebul, panto teh sok digeblangkeun, sanajan can wareg nyapluk huut, uing sok tuturubun turun, lugay neangan bintiheun atawa nyalingker dipipir paranje nohonan jangji jeung hayam bikang nu keur sumedeng tumumpeng.

"Kok hari ini beda, ada apa yah gerangan..?"

Ditengeng na sela sela paranje dunungan tiisuk meluk geus cakah cikih, didapur sora katel trongtrang paadu jeung cungkir, patembalan jeung dulugdugna sora bedug ditajug. Leng pikiran balik deui kamangsa katukang, mangsa uing keur bulu kumuut keneh, baheula ge kawas kieu, dunungan cakah cikih, sagala dibeuli, gurame dibalong diheurap, ingon ingon diparencit, tiditu tidieu sing pelengseng seungit bakakak atawa seungit sate,ngabageakeun poe munggaran anu ilahar disebut munggah tea.

Sereset hate nyereset, dipipir kadenge dunungan keur ngagongsrang ngasah bedog. Boa boa. Enya boa boa kawas baheula, poean munggah pisan bapa uing oge dikeureum, disampakeun bedog seukeut terus dieksekusi, mangsa janari leutik geus ngajirim jadi opor, hidangan saur munggaran. Mun tea mah nasib uing kawas kitu, dunungan teh jelas teu lebareun kana sora uing nu melengkung handaruan, geus pohoeun yen nu ngabalukarkeun lembur haneuteun teh apan ku getenna uing kurungak korongok saban janari. Meni tega, abong ayeuna mah geus jaman canggih, kongkorongok hayam geus teu dijadikeun patokan, da kaelehkeun ku alarm hape atawa ka silihkeun ku sora beker, pikeun ngahudangkeun mangsa geus manjing saur.

Najan kitu, dina enyana uing jadi digeresel dipeuncit kuriling, uing rido, da meureun geus titis tulis ti azali, hayam mah lebokeun manusa. Keun we ah, meungpeung uing keur lintuh, keur ngeungeunahna diopor sumawona dibabakak terus dicocobek, mugia we dunungan saurna sing bedas, nambah dua jungkelan, ambeh dina ngayonan puasa, sing jagjag belejag parat nepi ka magrib.

Marhaban ya Ramadhan, Wilujeng Sasih Siam ka sadayana!

Search This Blog

Followers