Nasrudin biasa duduk-duduk di teras sebuah warung kopi. Suatu hari, seorang anak kecil laki-laki berlari di hadapannya sambil memukul kepala Nasrudin sehingga sorbannya melayang. Tapi sang Mullah tidak bereaksi apa-apa. :y Hal yang sama terjadi terus selama beberapa hari. Yang selalu dilakukan sang Mullah adalah mengambil sorbannya yang terjatuh dan mengenakannya kembali. :y
Seseorang bertanya kepada Nasrudin mengapa ia tidak menangkap dan menghukum anak kecil itu, atau meminta orang lain untuk melakukanya. :t
"Itu bukan cara yang tepat," kata Nasrudin. :)
Suatu hari Nasrudin, terlambat datang ke warung kopi. Ketika sampai di sana, dilihatnya seorang serdadu dengan wajah yang seram sedang duduk di tempat yang biasanya ia duduki. Tiba-tiba anak kecil laki-laki itu muncul. Seperti biasanya, ia menonjok sorban orang yang duduk di tempat itu. :@ Tanpa berkata apa-apa, sang serdadu menghunus pedangnya dan kemudian memenggal leher anak itu. :@
"Ah, dia kan hanya anak kecil...! :o " gumam Nasrudin dengan penuh sesal. :d
10/10/2008
Kéom Sakedap ka-2
Baraya sunda saalam sunda, yayasan Perceka parantos medalkeun deui buku Keom Sakedap-2, anu dipasihan judul "Sura Seuri Siga Surili". Eusina dijamin full cakakak, full keom sareng full ampulan. Aya keom kuliner, aya jurus jetu ngubaran burut, aya super nini jrrd. Pas pisan kanggo ngabuburit, cobian geura bakating ku pogot maca keom, terang terang tos saur, buka mah kalangkung.
Etang etang ngagentos ongkos nyitak hargana mung Rp.20.000,- ditambih Rp.5000,- kanggo ongkos kirim husus wilayah jabodetabek, jabar sareng banten. Kahoyong mah tina hasil penjualan ieu wang golangkeun deui kanggo medalkeun deui buku sanesna. Sugan we atuh MJ sakedap deui ngadamel Novel Sunda nu rada ceuleupeunx, atawa ua Sas ngalalakon jadi RT jaman milenium,oge lalampahan si jay anu sok ngalilieur batur, atawa novel teh Roro anu funs abis, kitu deui kebo hideung ngacaprak da cenah bongan sok dipake lambang partey, Analisa jetu kang irpan : Nyandung jeung Tukang Udud, atawa analisa jetu kang Tantan anu remen dimuat dikoran, edun pami disundakeun, nu gaduh murangkalih calakan sareng tiasa nyerat sapertos putrina kang Tirta tiasa didamel versi sundana, Harewos ti Nonggerak, atawa parodi kahirupan "bojong kenyot under cover" ti sikuring, sugan, atawa ti baraya sanesna, anu masih nyarempod.
Ku kituna mangga geura ngabarorong, da seler sejen mah lahubiheung, geuning batur mah dilingkar pena, dugikeun ka kenging award, bermetaformosa cenah, ti penulis pemula, dugikeun ka medalkeun buku anu seueur tur produktip.YP ge atuh piraku. Modalna teu pira, tiap anggota ngadaramel buku, dipasarkeun ka komunitasna, piraku kusnet teu bisa? he he.
Meumpeung haneut keneh, da tos gaaleun mah kirang pelem (ulen x), nu bade mangga we japri ka payoez @ gmail.com atawa payoez @ yahoo.com.au kanggo ipekahna ke ngalangkungan bca/mandiri kcp sumedang saparantos bukuna dugi, bade dibayar tipayun oge teu langkung. Kanggo nu nyaba tebih pan tiasa dikintun kalembur meh lebaran teh aya teangeun..he he..sok ah diantos!
Etang etang ngagentos ongkos nyitak hargana mung Rp.20.000,- ditambih Rp.5000,- kanggo ongkos kirim husus wilayah jabodetabek, jabar sareng banten. Kahoyong mah tina hasil penjualan ieu wang golangkeun deui kanggo medalkeun deui buku sanesna. Sugan we atuh MJ sakedap deui ngadamel Novel Sunda nu rada ceuleupeunx, atawa ua Sas ngalalakon jadi RT jaman milenium,oge lalampahan si jay anu sok ngalilieur batur, atawa novel teh Roro anu funs abis, kitu deui kebo hideung ngacaprak da cenah bongan sok dipake lambang partey, Analisa jetu kang irpan : Nyandung jeung Tukang Udud, atawa analisa jetu kang Tantan anu remen dimuat dikoran, edun pami disundakeun, nu gaduh murangkalih calakan sareng tiasa nyerat sapertos putrina kang Tirta tiasa didamel versi sundana, Harewos ti Nonggerak, atawa parodi kahirupan "bojong kenyot under cover" ti sikuring, sugan, atawa ti baraya sanesna, anu masih nyarempod.
Ku kituna mangga geura ngabarorong, da seler sejen mah lahubiheung, geuning batur mah dilingkar pena, dugikeun ka kenging award, bermetaformosa cenah, ti penulis pemula, dugikeun ka medalkeun buku anu seueur tur produktip.YP ge atuh piraku. Modalna teu pira, tiap anggota ngadaramel buku, dipasarkeun ka komunitasna, piraku kusnet teu bisa? he he.
Meumpeung haneut keneh, da tos gaaleun mah kirang pelem (ulen x), nu bade mangga we japri ka payoez @ gmail.com atawa payoez @ yahoo.com.au kanggo ipekahna ke ngalangkungan bca/mandiri kcp sumedang saparantos bukuna dugi, bade dibayar tipayun oge teu langkung. Kanggo nu nyaba tebih pan tiasa dikintun kalembur meh lebaran teh aya teangeun..he he..sok ah diantos!
Cara Menyiasati Tukang Bohong
Cara Menyiasati Tukang Bohong
Kawan-kawan Abu Nawas merencanakan akan mengadakan perjalanan wisata ke hutan. Tetapi tanpa keikutsertaan Abu Nawas perjalanan akan terasa memenatkan dan membosankan. Sehingga mereka beramai-ramai pergi ke rumah Abu Nawas untuk mengajaknya ikut serta. :t
Abu Nawas tidak keberatan. Mereka berangkat dengan mengendarai keledai masing-masing sambil bercengkrama. Tak terasa mereka telah menempuh hampir separo perjalanan. Kini mereka tiba di pertigaan jalan yang jauh dari perumahan penduduk. Mereka berhenti karena mereka ragu-ragu. Setahu mereka kedua jalan itu memang menuju ke hutan tetapi hutan yang mereka tuju adalah hutan wisata. Bukan hutan yang dihuni binatang-binatang buas yang justru akan membahayakan jiwa mereka. Abu Nawas hanya bisa menyarankan untuk tidak meneruskan perjalanan karena bila salah pilih maka mereka semua tak akan pernah bisa kembali. Bukankah lebih bijaksana bila kita meninggalkan sesuatu yang meragukan?
Tetapi salah seorang dari mereka tiba-tiba berkata, "Aku mempunyai dua orang sahabat yang tinggal dekat semak-semak sebelah sana. Mereka adalah saudara kembar. Tak ada seorang pun yang bisa membedakan keduanya karena rupa mereka begitu mirip. Yang satu selalu berkata jujur sedangkan yang lainnya selalu berkata bohong. Dan mereka adalah orang-orang aneh karena mereka hanya mau menjawab satu pertanyaan saja."
"Apakah engkau mengenali salah satu dari mereka yang selalu berkata benar?" tanya Abu Nawas.
"Tidak." jawab kawan Abu Nawas singkat.
"Baiklah kalau begitu kita beristirahat sejenak." usul Abu Nawas. Abu Nawas makan daging dengan madu bersama kawan-kawannya. Seusai makan mereka berangkat menuju ke rumah yang dihuni dua orang kembar bersaudara. Setelah pintu dibuka, maka keluarlah salah seorang dari dua orang kembar bersaudara itu. "Maaf, aku sangat sibuk hari ini. Engkau hanya boleh mengajukan satu pertanyaan saja. Tidak boleh lebih." katanya.
Kemudian Abu Nawas menghampiri orang itu dan berbisik. Orang itu pun juga menjawab dengan cara berbisik pula kepada Abu Nawas. Abu Nawas mengucapkan terima kasih dan segera mohon diri.
"Hutan yang kita tuju melewati jalan sebelah kanan." kata Abu Nawas mantap kepada kawankawannya.
"Bagaimana kau bisa memutuskan harus menempuh jalan sebelah kanan? Sedangkan kita tidak tahu apakah orang yang kita tanya itu orang yang selalu berkata benar atau yang selalu berkata bohong?" tanya salah seorang dari mereka.
"Karena orang yang kutanya menunjukkan jalan yang sebelah kiri," kata Abu Nawas. Karena masih belum mengerti juga, maka Abu Nawas menjelaskan.
"Tadi aku bertanya: Apa yang akan dikatakan saudaramu bila aku bertanya jalan yang mana yang menuju hutan yang indah?"
Bila jalan yang benar itu sebelah kanan dan bila orang itu kebetulan yang selalu berkata benar maka ia akan menjawab: Jalan sebelah kiri, karena ia tahu saudara Kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kiri sebab saudara kembarnya selalu berbohong. Bila orang itu kebetulan yang selalu berkata bohong, maka ia akan menjawab: jalan sebelah kiri, karena Ia tahu saudara kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kanan sebab saudara kembarnya selalu berkata benar.:r
Kawan-kawan Abu Nawas merencanakan akan mengadakan perjalanan wisata ke hutan. Tetapi tanpa keikutsertaan Abu Nawas perjalanan akan terasa memenatkan dan membosankan. Sehingga mereka beramai-ramai pergi ke rumah Abu Nawas untuk mengajaknya ikut serta. :t
Abu Nawas tidak keberatan. Mereka berangkat dengan mengendarai keledai masing-masing sambil bercengkrama. Tak terasa mereka telah menempuh hampir separo perjalanan. Kini mereka tiba di pertigaan jalan yang jauh dari perumahan penduduk. Mereka berhenti karena mereka ragu-ragu. Setahu mereka kedua jalan itu memang menuju ke hutan tetapi hutan yang mereka tuju adalah hutan wisata. Bukan hutan yang dihuni binatang-binatang buas yang justru akan membahayakan jiwa mereka. Abu Nawas hanya bisa menyarankan untuk tidak meneruskan perjalanan karena bila salah pilih maka mereka semua tak akan pernah bisa kembali. Bukankah lebih bijaksana bila kita meninggalkan sesuatu yang meragukan?
Tetapi salah seorang dari mereka tiba-tiba berkata, "Aku mempunyai dua orang sahabat yang tinggal dekat semak-semak sebelah sana. Mereka adalah saudara kembar. Tak ada seorang pun yang bisa membedakan keduanya karena rupa mereka begitu mirip. Yang satu selalu berkata jujur sedangkan yang lainnya selalu berkata bohong. Dan mereka adalah orang-orang aneh karena mereka hanya mau menjawab satu pertanyaan saja."
"Apakah engkau mengenali salah satu dari mereka yang selalu berkata benar?" tanya Abu Nawas.
"Tidak." jawab kawan Abu Nawas singkat.
"Baiklah kalau begitu kita beristirahat sejenak." usul Abu Nawas. Abu Nawas makan daging dengan madu bersama kawan-kawannya. Seusai makan mereka berangkat menuju ke rumah yang dihuni dua orang kembar bersaudara. Setelah pintu dibuka, maka keluarlah salah seorang dari dua orang kembar bersaudara itu. "Maaf, aku sangat sibuk hari ini. Engkau hanya boleh mengajukan satu pertanyaan saja. Tidak boleh lebih." katanya.
Kemudian Abu Nawas menghampiri orang itu dan berbisik. Orang itu pun juga menjawab dengan cara berbisik pula kepada Abu Nawas. Abu Nawas mengucapkan terima kasih dan segera mohon diri.
"Hutan yang kita tuju melewati jalan sebelah kanan." kata Abu Nawas mantap kepada kawankawannya.
"Bagaimana kau bisa memutuskan harus menempuh jalan sebelah kanan? Sedangkan kita tidak tahu apakah orang yang kita tanya itu orang yang selalu berkata benar atau yang selalu berkata bohong?" tanya salah seorang dari mereka.
"Karena orang yang kutanya menunjukkan jalan yang sebelah kiri," kata Abu Nawas. Karena masih belum mengerti juga, maka Abu Nawas menjelaskan.
"Tadi aku bertanya: Apa yang akan dikatakan saudaramu bila aku bertanya jalan yang mana yang menuju hutan yang indah?"
Bila jalan yang benar itu sebelah kanan dan bila orang itu kebetulan yang selalu berkata benar maka ia akan menjawab: Jalan sebelah kiri, karena ia tahu saudara Kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kiri sebab saudara kembarnya selalu berbohong. Bila orang itu kebetulan yang selalu berkata bohong, maka ia akan menjawab: jalan sebelah kiri, karena Ia tahu saudara kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kanan sebab saudara kembarnya selalu berkata benar.:r
Ada Suara Tapi Tidak Tahu Siapa
Ada Suara Tapi Tidak Tahu Siapa
Seorang psikiater sedang memeriksa keadaan mental pasiennya.
"Apakah Anda pernah mendengar suara tapi Anda tidak bisa memberitahu siapa yang berbicara dan dari mana suara itu berasal?" tanya sang psikiater. :t
"Tentu saja, saya bisa dan bahkan sering sekali," kata si pasien.
"Wah pasien ini sudah terkena gangguan dengan mentalnya" kata psikiater dalam hati.
"Kapan kejadian itu terjadi?" tanya sang psikiater.
"Oh," jawab si pasien, "waktu saya menjawab telepon." :r
:@ ?@#$%@$%%@ :@
Seorang psikiater sedang memeriksa keadaan mental pasiennya.
"Apakah Anda pernah mendengar suara tapi Anda tidak bisa memberitahu siapa yang berbicara dan dari mana suara itu berasal?" tanya sang psikiater. :t
"Tentu saja, saya bisa dan bahkan sering sekali," kata si pasien.
"Wah pasien ini sudah terkena gangguan dengan mentalnya" kata psikiater dalam hati.
"Kapan kejadian itu terjadi?" tanya sang psikiater.
"Oh," jawab si pasien, "waktu saya menjawab telepon." :r
:@ ?@#$%@$%%@ :@
Jilbab, poligami, terus naon deui?
Jilbab, poligami, terus naon deui?
Barang anu tulen, rek digogoreng satengkah polah...tetep wae tulen.
Berlian dipiceun ka solokan nu kotor, campur jeung belok mang taun-taun, mun aya nu manggihan terus dikumbah ku cae herang......nya tetep wae berlian nu hargana mahal.
Geuning beuki dieu beuki ribut. Meh di unggal milis nu diposting teh soal "poligami".
Dikorehan, digali jero-jero sugan we aya nu bau-bau. Tah engke sababarah minggu posting soal bauna tea, cenah mah bau kieu, bau kitu, padahal mah teu bau-bau acan. Tah nu kieu cenah jelema-jelema nu ngaku Agama Islam. Dai Kondang, ngawayuh.. "menurunkan harkat wanita......" Anggota DPR ti Partey Golkar divedeokeur "taeun", henteu menurunkan harkat awewe mah da jeung ungkluk. Ditiupan make songsong, dihihid-an, ditambahan deui arengna ngarah ngagebur. Tah Agama Islam teh kitu, dogogoremg. Usaha urang kudu leuwih kuat nyekelan kana tali Allah SWT.
Soal jilbab rame deui, mimiti di Amrik di Bandara, amu make jilbab kudu dibuka jeung, malah nepi dipariksa ngan ukur kutang wungkul. Terus di Perancis, barudak sakola teu meunang make jilbab. Ayeuna di Walanda jeung Inggris oge nurutan Perancis.
Basa Idul Fitri di NYC, didaerah urang Guyana, aya Masjid di Liberty Avenue jeung 128th Street, peutingna keur takbiran, sa blok jauhna aya trailer. Dicapna NYPD. Ngajegir. Teu nyaho naon eta teh da rada ditutupan ku mobil-mobil pulisi. Isukna, eta anu ngajegir teh jadi jangkung kaluhur make hidrolis diluhurna aya imah-imahan opat pasagi. Aya jandela nu dihideungan (tinted) opat ka unggal juru. Diluhurna aya camera opat siki. Ari pek teh geuning jelema-jelema anu asup/kaluar ti Masjid rek solat Ied geuning di rekam.
Kunanon make direkam sagala, hayang nyaho engke di maleman Natal eta imah segi opat bakal dipasang di Katredal di Fifth Avenue atawa henteu. Direkam soteh eta cenah da diributkeun urang Islam sok poligami, sok make jilbab, sok berzinah, jeung rea-rea deui. Naha bet sieuneun, apan eta urang Mormon diNagara Bagian Utah, istrina leuwih ti dua malah leuwih ti opat malahan mah.
Engke boa kahareup, aya deui wae anu diributkeun.
Naik Haji, eta teh "mengakibatkan kemiskinan", tanah dijual, sawah dijual, embe jeung munding oge dijual, perhiasan emas berlian dijual jang ongkos naek Haji. Eta teu masuk diakal, teu cocok jeung taun 2007, ayeuna mah jaman internet, cellphone, satelit.
Teu lila deui, ger deui diributkeun soal "Qurban". Eta domba, embe, sapi di peuncit dilapangan. Pesona eta keneh eta keneh dipake meuncit sababaraha embe, domba. Mawa bakteria. Humane Society turun tangan. Meuncit nu kitu mah "cara biadab". Kabiasaan meuncit nu kitu matak jadi panyakit, ngondang bakteria, laleur jeung nu laenna. Eta domba, embe jeung sapi kudu dipeuncit di pajagalan kabeh. Tempatna kudu anu bersih tina kuman-kuman, peralatanna kudu anu mutakhir.
Nya murudul tukang jagal dibarengan ku anggota DPR ka Amrik, rek diajar meuncit. Dibangun pajagalan anu modern disakabeh kota gede sa Indonesia. Pamarentah teu boga duit, teu nanaon, bisa ngutang ka Ay-em-ef. Tapi alat-alatna kabeh nepi ka paranti ngepel kudu didatangkeun ti Amrik. Atuh"sibuk" pabrik Black&Decker, Cushmann, Deerie, Caterpilar jeung sejena. Kakara ge hutang dibayar, ayeuna kudu ngahutang deui.
DPR ribut, pajagalan kudu dibangun. Kongomelarat bule boh sawomateng tambah beunghar. Pajagaln kudu dipariksa ku WHO jeung FDA. Bring atuh para penjabat PBB jeung FDA ti Amrik datang ka Indonesia. Tujuan utama Bali, disadiakeun ungkluk babaturan nu divideo jeung anggota DPR tea.
Tah ieu anu disebut "brainwashing" . Ceuk sim kuring mah, milis Kisunda mending oge posting bobodoran, usaha-usaha nguatkeun Iman. Teu kudu milu-milu di"brainwashing" . Da utekna ge beresih keneh, kulantaran tara dipake mikir tea.
Jeung, nyandung teh lain kakara ayeuna wae. Geus ratusan taun. Bongan saha, da wanoja US mah gareulis, "murah senyum" jeung someah deui. Komo anu bahenol nerkom deuih.
Apan ceuk paribasa "darimana datangnya cinta, dari mata turun kehati". Tapi osok oge hatena kaliwatan, eureun eureun dihadapeun hate, ditengah-tengah. Mun kituh mah, sanes lepat abdi atuh, atuda remna blong!
Barang anu tulen, rek digogoreng satengkah polah...tetep wae tulen.
Berlian dipiceun ka solokan nu kotor, campur jeung belok mang taun-taun, mun aya nu manggihan terus dikumbah ku cae herang......nya tetep wae berlian nu hargana mahal.
Geuning beuki dieu beuki ribut. Meh di unggal milis nu diposting teh soal "poligami".
Dikorehan, digali jero-jero sugan we aya nu bau-bau. Tah engke sababarah minggu posting soal bauna tea, cenah mah bau kieu, bau kitu, padahal mah teu bau-bau acan. Tah nu kieu cenah jelema-jelema nu ngaku Agama Islam. Dai Kondang, ngawayuh.. "menurunkan harkat wanita......" Anggota DPR ti Partey Golkar divedeokeur "taeun", henteu menurunkan harkat awewe mah da jeung ungkluk. Ditiupan make songsong, dihihid-an, ditambahan deui arengna ngarah ngagebur. Tah Agama Islam teh kitu, dogogoremg. Usaha urang kudu leuwih kuat nyekelan kana tali Allah SWT.
Soal jilbab rame deui, mimiti di Amrik di Bandara, amu make jilbab kudu dibuka jeung, malah nepi dipariksa ngan ukur kutang wungkul. Terus di Perancis, barudak sakola teu meunang make jilbab. Ayeuna di Walanda jeung Inggris oge nurutan Perancis.
Basa Idul Fitri di NYC, didaerah urang Guyana, aya Masjid di Liberty Avenue jeung 128th Street, peutingna keur takbiran, sa blok jauhna aya trailer. Dicapna NYPD. Ngajegir. Teu nyaho naon eta teh da rada ditutupan ku mobil-mobil pulisi. Isukna, eta anu ngajegir teh jadi jangkung kaluhur make hidrolis diluhurna aya imah-imahan opat pasagi. Aya jandela nu dihideungan (tinted) opat ka unggal juru. Diluhurna aya camera opat siki. Ari pek teh geuning jelema-jelema anu asup/kaluar ti Masjid rek solat Ied geuning di rekam.
Kunanon make direkam sagala, hayang nyaho engke di maleman Natal eta imah segi opat bakal dipasang di Katredal di Fifth Avenue atawa henteu. Direkam soteh eta cenah da diributkeun urang Islam sok poligami, sok make jilbab, sok berzinah, jeung rea-rea deui. Naha bet sieuneun, apan eta urang Mormon diNagara Bagian Utah, istrina leuwih ti dua malah leuwih ti opat malahan mah.
Engke boa kahareup, aya deui wae anu diributkeun.
Naik Haji, eta teh "mengakibatkan kemiskinan", tanah dijual, sawah dijual, embe jeung munding oge dijual, perhiasan emas berlian dijual jang ongkos naek Haji. Eta teu masuk diakal, teu cocok jeung taun 2007, ayeuna mah jaman internet, cellphone, satelit.
Teu lila deui, ger deui diributkeun soal "Qurban". Eta domba, embe, sapi di peuncit dilapangan. Pesona eta keneh eta keneh dipake meuncit sababaraha embe, domba. Mawa bakteria. Humane Society turun tangan. Meuncit nu kitu mah "cara biadab". Kabiasaan meuncit nu kitu matak jadi panyakit, ngondang bakteria, laleur jeung nu laenna. Eta domba, embe jeung sapi kudu dipeuncit di pajagalan kabeh. Tempatna kudu anu bersih tina kuman-kuman, peralatanna kudu anu mutakhir.
Nya murudul tukang jagal dibarengan ku anggota DPR ka Amrik, rek diajar meuncit. Dibangun pajagalan anu modern disakabeh kota gede sa Indonesia. Pamarentah teu boga duit, teu nanaon, bisa ngutang ka Ay-em-ef. Tapi alat-alatna kabeh nepi ka paranti ngepel kudu didatangkeun ti Amrik. Atuh"sibuk" pabrik Black&Decker, Cushmann, Deerie, Caterpilar jeung sejena. Kakara ge hutang dibayar, ayeuna kudu ngahutang deui.
DPR ribut, pajagalan kudu dibangun. Kongomelarat bule boh sawomateng tambah beunghar. Pajagaln kudu dipariksa ku WHO jeung FDA. Bring atuh para penjabat PBB jeung FDA ti Amrik datang ka Indonesia. Tujuan utama Bali, disadiakeun ungkluk babaturan nu divideo jeung anggota DPR tea.
Tah ieu anu disebut "brainwashing" . Ceuk sim kuring mah, milis Kisunda mending oge posting bobodoran, usaha-usaha nguatkeun Iman. Teu kudu milu-milu di"brainwashing" . Da utekna ge beresih keneh, kulantaran tara dipake mikir tea.
Jeung, nyandung teh lain kakara ayeuna wae. Geus ratusan taun. Bongan saha, da wanoja US mah gareulis, "murah senyum" jeung someah deui. Komo anu bahenol nerkom deuih.
Apan ceuk paribasa "darimana datangnya cinta, dari mata turun kehati". Tapi osok oge hatena kaliwatan, eureun eureun dihadapeun hate, ditengah-tengah. Mun kituh mah, sanes lepat abdi atuh, atuda remna blong!
Anak Anjing
Anak Anjing
Ibro : "Naha Din lain Anjing teh haram ceuk urang Islam mah..."
Udin : "Ya iya laaah....na kunaon pake nanya kitu..?"
Ibro : "Tapi geuning pak haji jeung bu haji di kampung dewek mah ngaringu anakna, diusapan, dihuapan, komo nu masih leutik keneh mah malah sok sare bareng sagala..."
Udin : "Ah..!!! haji nanahaon nu kitu mah... dosa besar !!"
Ibro : "Maenya..?? kan nu diinguna ge anak pak haji keneh ..wew !!" bari lumpat
Udin : "??!!@#$"
Ibro : "Naha Din lain Anjing teh haram ceuk urang Islam mah..."
Udin : "Ya iya laaah....na kunaon pake nanya kitu..?"
Ibro : "Tapi geuning pak haji jeung bu haji di kampung dewek mah ngaringu anakna, diusapan, dihuapan, komo nu masih leutik keneh mah malah sok sare bareng sagala..."
Udin : "Ah..!!! haji nanahaon nu kitu mah... dosa besar !!"
Ibro : "Maenya..?? kan nu diinguna ge anak pak haji keneh ..wew !!" bari lumpat
Udin : "??!!@#$"
Penipuan Berkedok Perusahaan Fiktif
Penipuan Berkedok Perusahaan Fiktif
Liputan6.com, Bekasi: Para pemilik toko berhati-hatilah menerima pesanan terutama dalam jumlah besar. Jika tidak cermat, maka bisa saja menjadi korban komplotan penipu. Seperti yang dialami Wawan, pengusaha yang menyediakan alat-alat komputer.
Semua berawal dari pemesanan lima komputer senilai Rp 27 juta untuk PT Lintas Buana, perusahaan kontraktor dan supplier yang lokasinya tak jauh dari toko milik Wawan. Karyawan Wawan pun tidak curiga saat dua orang mengaku bernama Kristanto Setiawan dan Tanti Damayanti datang ke tokonya.
Sesuai perjanjian pembeli membayar uang muka Rp 2,7 juta jika barang terkirim. Sisanya dilunasi dua pekan kemudian. Tiga hari kemudian lima komputer diantar ke perusahaan itu. Uang muka pun dilunasi. Seminggu berlalu, Wawan sadar telah tertipu saat seseorang memberi kabar PT Lintas Buana adalah perusahaan fiktif dan melarikan seluruh komputernya.
Wawan ternyata tidak sendiri. Jolly, pengusaha konveksi dan suplier mesin jahit juga kehilangan 60 unit mesin jahit yang nilainya bahkan mencapai Rp 60 juta. Sialnya lagi Jolly pun harus menerima pembayaran dengan menggunakan bilyet giro kosong yang tak mungkin dicairkan.
Ternyata PT Lintas Buana telah menipu 14 pemilik toko. Hampir seluruhnya tertipu dengan modus sama. Jumlah kerugian setiap toko jika ditotal mencapai ratusan juta rupiah. Pemilik PT Lintas Buana selalu memesan barang dalam jumlah besar. Namun setelah barang dikirim mereka sulit dihubungi. Saat didatangi ke rukonya, mereka telah kabur. Bahkan setelah kartu tanda penduduk diperiksa, semua palsu. PT Lintas Buana juga hanya mengontrak ruko selama dua bulan.
Kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi para pemilik toko. Usahakan mengecek profil perusahaan pembeli melalui internet atau bila perlu datangi langsung lokasi perusahaan itu berada. Pastikan dan periksa dengan cermat sistem pembayaran yang akan dilakukan agar tak tertipu dengan giro kosong atau cek palsu. Dan jangan terkecoh dengan penampilan pembeli
Liputan6.com, Bekasi: Para pemilik toko berhati-hatilah menerima pesanan terutama dalam jumlah besar. Jika tidak cermat, maka bisa saja menjadi korban komplotan penipu. Seperti yang dialami Wawan, pengusaha yang menyediakan alat-alat komputer.
Semua berawal dari pemesanan lima komputer senilai Rp 27 juta untuk PT Lintas Buana, perusahaan kontraktor dan supplier yang lokasinya tak jauh dari toko milik Wawan. Karyawan Wawan pun tidak curiga saat dua orang mengaku bernama Kristanto Setiawan dan Tanti Damayanti datang ke tokonya.
Sesuai perjanjian pembeli membayar uang muka Rp 2,7 juta jika barang terkirim. Sisanya dilunasi dua pekan kemudian. Tiga hari kemudian lima komputer diantar ke perusahaan itu. Uang muka pun dilunasi. Seminggu berlalu, Wawan sadar telah tertipu saat seseorang memberi kabar PT Lintas Buana adalah perusahaan fiktif dan melarikan seluruh komputernya.
Wawan ternyata tidak sendiri. Jolly, pengusaha konveksi dan suplier mesin jahit juga kehilangan 60 unit mesin jahit yang nilainya bahkan mencapai Rp 60 juta. Sialnya lagi Jolly pun harus menerima pembayaran dengan menggunakan bilyet giro kosong yang tak mungkin dicairkan.
Ternyata PT Lintas Buana telah menipu 14 pemilik toko. Hampir seluruhnya tertipu dengan modus sama. Jumlah kerugian setiap toko jika ditotal mencapai ratusan juta rupiah. Pemilik PT Lintas Buana selalu memesan barang dalam jumlah besar. Namun setelah barang dikirim mereka sulit dihubungi. Saat didatangi ke rukonya, mereka telah kabur. Bahkan setelah kartu tanda penduduk diperiksa, semua palsu. PT Lintas Buana juga hanya mengontrak ruko selama dua bulan.
Kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi para pemilik toko. Usahakan mengecek profil perusahaan pembeli melalui internet atau bila perlu datangi langsung lokasi perusahaan itu berada. Pastikan dan periksa dengan cermat sistem pembayaran yang akan dilakukan agar tak tertipu dengan giro kosong atau cek palsu. Dan jangan terkecoh dengan penampilan pembeli
Subscribe to:
Posts (Atom)
